Stres adalah reaksi yang umum terjadi pada tubuh manusia ketika terjadi situasi yang mengancam keselamatan atau kestabilan emosi. Stres dapat menjadi positif atau negatif tergantung pada seberapa besar dampaknya pada tubuh manusia. Saat mengalami stres, tubuh akan memberikan sinyal tertentu untuk memberitahu bahwa Anda sedang stres. Ini disebut gejala awal stres. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang gejala awal stres yang lengkap dengan sumber yang dibahas dengan ilmu psikologi.

  1. Gejala fisik Gejala fisik adalah gejala awal stres yang paling umum dan mudah dikenali. Gejala fisik yang seringkali dirasakan ketika mengalami stres antara lain sakit kepala, sakit perut, sakit leher, sakit punggung, dan sakit otot. Sumber American Psychological Association (APA) menjelaskan bahwa stres dapat mempengaruhi sistem saraf otonom yang memicu respons “fight or flight” pada tubuh manusia, sehingga terjadi pelepasan hormon stres, seperti kortisol dan adrenalin yang dapat meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh. Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan sakit pada bagian tubuh tertentu.
  2. Perubahan suasana hati Perubahan suasana hati juga menjadi gejala awal stres yang seringkali terjadi. Ketika seseorang mengalami stres, mereka dapat merasa lebih gelisah, cemas, dan mudah tersinggung. Sumber National Institute of Mental Health (NIMH) menjelaskan bahwa stres yang berkepanjangan dapat memicu gangguan mood, seperti depresi dan kecemasan.
  3. Gangguan tidur Gangguan tidur juga menjadi gejala awal stres yang seringkali terjadi. Ketika seseorang mengalami stres, mereka dapat mengalami kesulitan tidur atau terbangun dari tidur pada malam hari. Sumber Mayo Clinic menjelaskan bahwa stres dapat memicu insomnia, yang dapat menyebabkan rasa lelah, sulit berkonsentrasi, dan mudah tersinggung.
  4. Perubahan pola makan Perubahan pola makan juga menjadi gejala awal stres yang seringkali terjadi. Ketika seseorang mengalami stres, mereka dapat kehilangan nafsu makan atau justru mengonsumsi makanan berlebihan. Sumber NIMH menjelaskan bahwa stres dapat mempengaruhi perilaku makan, dan dapat menyebabkan gangguan pola makan, seperti anoreksia atau bulimia.
  5. Gangguan kognitif Gangguan kognitif juga menjadi gejala awal stres yang seringkali terjadi. Ketika seseorang mengalami stres, mereka dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, dan kesulitan membuat keputusan. Sumber Harvard Health Publishing menjelaskan bahwa stres dapat mempengaruhi fungsi otak, dan dapat menyebabkan gangguan kognitif
  1. Gangguan emosional Gangguan emosional juga menjadi gejala awal stres yang seringkali terjadi. Ketika seseorang mengalami stres, mereka dapat merasa lebih sensitif, mudah marah, dan mudah menangis. Sumber APA menjelaskan bahwa stres dapat mempengaruhi emosi seseorang, dan dapat menyebabkan gangguan emosional, seperti mudah merasa cemas, kesepian, atau tertekan.
  2. Gangguan seksual Gangguan seksual juga menjadi gejala awal stres yang seringkali terjadi. Ketika seseorang mengalami stres, mereka dapat mengalami penurunan gairah seksual, disfungsi ereksi pada pria, atau gangguan orgasme pada wanita. Sumber Mayo Clinic menjelaskan bahwa stres dapat mempengaruhi fungsi seksual, dan dapat menyebabkan gangguan seksual pada seseorang.
  3. Gangguan interpersonal Gangguan interpersonal juga menjadi gejala awal stres yang seringkali terjadi. Ketika seseorang mengalami stres, mereka dapat mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan interpersonal dengan orang lain. Sumber APA menjelaskan bahwa stres dapat mempengaruhi interaksi sosial seseorang, dan dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.
  4. Ketidakmampuan untuk bersantai Ketidakmampuan untuk bersantai juga menjadi gejala awal stres yang seringkali terjadi. Ketika seseorang mengalami stres, mereka dapat merasa kesulitan untuk bersantai dan menenangkan diri. Sumber Harvard Health Publishing menjelaskan bahwa stres dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bersantai dan menghilangkan stres, dan dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk merasa tenang atau rileks.
  5. Ketidakmampuan untuk menyelesaikan tugas Ketidakmampuan untuk menyelesaikan tugas juga menjadi gejala awal stres yang seringkali terjadi. Ketika seseorang mengalami stres, mereka dapat merasa kesulitan untuk menyelesaikan tugas atau proyek yang telah ditugaskan. Sumber APA menjelaskan bahwa stres dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memproses informasi dan mengambil keputusan, dan dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk menyelesaikan tugas dengan efektif.

Gejala awal stres dapat beragam dan berbeda-beda pada setiap individu. Namun, penting untuk mengenali gejala awal stres sehingga dapat segera melakukan tindakan untuk mengelola stres sebelum menjadi lebih parah. Tindakan pengelolaan stres dapat berupa meditasi, olahraga, menjaga pola makan yang sehat, atau berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental jika gejala stres terus berlanjut. Dalam mengelola stres, sumber APA merekomendasikan beberapa teknik yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Meditasi Meditasi dapat membantu seseorang untuk menenangkan pikiran dan meredakan stres. Dalam meditasi, seseorang dapat fokus pada pernapasan dan membayangkan tempat yang tenang dan nyaman untuk membantu mengurangi stres.
  2. Olahraga Olahraga secara teratur dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Olahraga dapat membantu melepaskan endorfin, yaitu hormon yang dapat meningkatkan perasaan bahagia dan mengurangi rasa sakit.
  3. Menjaga pola makan yang sehat Makanan yang sehat dan seimbang dapat membantu menjaga kesehatan fisik dan mental seseorang. Beberapa makanan yang dapat membantu mengurangi stres antara lain sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, ikan, dan makanan yang mengandung magnesium.
  4. Mendengarkan musik Mendengarkan musik yang menenangkan dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan perasaan rileks. Beberapa jenis musik yang dapat membantu meredakan stres antara lain musik klasik, instrumental, atau musik alam.
  5. Berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental Jika gejala stres terus berlanjut dan mempengaruhi kesehatan fisik dan mental seseorang, berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental dapat menjadi pilihan yang tepat. Terapi atau konseling dapat membantu seseorang untuk mengelola stres dan mengembangkan strategi untuk mengatasi stres di masa depan.

Kesimpulannya, stres merupakan suatu hal yang wajar dialami oleh setiap orang. Namun, jika stres terus berlanjut dan tidak dielola dengan baik, dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental seseorang. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala awal stres dan segera melakukan tindakan untuk mengelola stres. Beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk mengelola stres antara lain meditasi, olahraga, menjaga pola makan yang sehat, mendengarkan musik, atau berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental. Dengan mengelola stres dengan baik, seseorang dapat menjaga kesehatan fisik dan mentalnya serta meningkatkan kualitas hidupnya.

 

Sumber:

 

Subscribe untuk mendapatkan Artikel terbaru

Subscribe untuk mendapatkan Artikel terbaru

Bergabunglah dengan Mailing List kami untuk menerima berita terbaru dan pembaruan dari tim kami.

You have Successfully Subscribed!

Pin It on Pinterest

Share This